Cantik bagi sebagian wanita adalah kecantikan fisik yang bisa dilihat secara nyata (outter beauty), namun sebagian lain berpendapat bahwa kecantikan tak bisa lepas dari kecantikan dalam diri (inner beauty). Cantik itu relatif..tergantung bagaimana orang lain melihat diri kita sebagai wanita, apakah ia nampak indah hanya dengan tampilan luar saja atau seorang wanita akan tampak berbeda jika ia memiliki sinar kecantikan yang terpancar dari dalam dirinya.
Semua wanita pasti ingin dikatakan cantik, karena pada hakikatnya wanita terlahir dengan bentuk nan indah ciptaan-Nya. Untuk itu wanita tak dapat lepaas dari upaya mempercantik dirinya baik dengan menjaga kecantikan luarnya (outter) maupun kecantikan dalam dirinya (inner). Keduanya jika berada dalam diri wanita maka aura yang terpancar adalah rasa kagum setiap orang yang melihatnya.
Ada beberapa cara mewujudkan kedua kecantikan tersebut, diantaranya :
1. Makan dan minum secukupnya
Ingatlah firman Allah swt.: "makan dan minumlah, janganlah berlebih-lebihan/melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Q.S. Al A'raaf 7: 31). Kemudian dalam sebuah hadits diterangkan: "Dari Ibnu Umar r.a. dari Nabi saw. sabdanya: "Orang-orang kafir makan dengan tujuh perut, dan orang mukmin makan dengan sebuah perut." (H.R. Muslim).
Akibat banyak makan biasanya mudah obesitas, mudah terkena penyakit, cenderung malas ibadah, malas bekerja. dll.
2. Berolah Raga
Dalam suatu hadits diterangkan: "Orang mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah." (H.R. Muslim).
Dengan berolah raga jasad kita akan lebih terawat, sehingga kondisi tersebut dapat membantu wanita melaksanakan tugas rutin sehari-hari dengan energik.
3. Menjaga kebersihan
Seorang wanita yang ridak dapat menjaga kebersihan dirinya tentu akan dijauhi oleh orang sekitarnya, lebih parah lagi semua itu akan menghambat kegiatannya bahkan semua impian dan cita-cita dirinya.
Hadits Bukhari menerangkan: "� Mandilah pada hari Jumat dan keramaslah meskipun kau tidak dalam keadaan junub dan pakailah wewangian�"
Menjaga kebersihan gigi dan mulut, "Seandainya tidak memberatkan kepada umatku, pasti aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat." (H.R. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa yang memiliki rambut, maka hendaklah ia menghormatinya (memeliharanya)." (H.R. Abu Daud dan Abu Hurairah r.a.).
dan banyak hal lain lagi dalam menjaga kebersihan diri.
4. Merapikan Diri
Setiap orang perlu memelihara kerapian dirinya, janganlah membiarkan diri dalam penampilan kusut dan kumal dengan dalih ingin zuhud. Rasulullah saw. sendiri menganjurkan untuk berpenampilan rapi, padahal beliau adalah orang yang paling tawadhu dan zuhud.
Maka, selama memperapikan diri itu tidak berlebihan, Allah swt. menganjurkan, "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkannya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rizki yang baik-baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) untuk orang-orang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui." (Q.S. Al A'raf 7: 31-32).
Pada hakikatnya apapun yang dilakukan secara berlebihan akan menghasilkan hal yang negatif, termasuk juga dalam hal merapikan diri atau pun mempercantik diri atau mengukur segala hal berdasarkan materi.
Terakhir, agar penampilan seorang wanita dapat cantik perlu dilengkapi unsur akal pikiran dengan ilmu. Memang, tidak semua orang punya kecerdasan dan kesempatan yang sama. Tetapi,seorang wanita harus selalu mencari dan meminta tambahan ilmu kepada Allah swt., sebagaimana diterangkan dalam firman Allah swt., "Dan Katakanlah, "Ya Rabbi, tambahkanlah kepadaku ilmu." (Q.S. Thaha 20: 114).
Dalam sebuah hadits, Aisyah r.a berkomentar: "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak malu-malu untuk bertanya dalam rangka tafaquh fiddin (mendalami masalah agama)." (H.R. Bukhari Muslim).
Oleh karena itu, yang perlu tetap diusahakan adalah memiliki kepedulian untuk selalu berusaha menambah/memahami/mengamalkan ilmu Islam sedikit demi sedikit, adanya proses mencari ilmu sampai akhir hayat, sebab hal tersebut akan menjadi landasan berfikir dan beramal seseorang. Begitu pula ilmu lainnya, kita pelajari sebagai sarana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah swt. Sehingga insya Allah, dengan terpadunya unsur hati, jasad/fisik, dan ilmu pada diri wanita, kecantikan kita dapat membawa keselamatan dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar